GOLPUT dengan TERPAKSA

Hari ini hari Kamis, 9 April 2009, yang katanya pesta demokrasi rakyat terbesar di Indonesia.

Hari ini hari Kamis, 9 April 2009, untuk pertama kalinya dari sejak saya punya KTP saya harus GOLPUT dengan TERPAKSA!!!

Dari sejak pertama kali punya KTP saya sudah ikuti Pemilu 1997, 1999, 2004. Lebih keren lagi Pemilu 2004 waktu pendaftaran saya masih berada di Taiwan dan daftarnya via Pak Slamet dari KDEI Taipei, tapi nyoblosnya di Medan.

Eh… sekarang Pemilu 2009, udah di negara sendiri, di ibukotanya lagi eh koq malah ribet urusannya? Pendaftarannya juga gak niat banget, masa udah tau kalo ini kost-2an isinya anak kantoran semua yang notabene kalo hari kerja dan jam kerja udah pasti tidak ada penghuninya koq malah didatangi? Mikir dikit kenapa sich Pak/Bu? Datangnya malam kek, abis jam kerja.

Terus peraturan gak kalah aneh dari KPU, kenapa harus terdaftar sebagai pemilih segala? Apakah dengan KTP saja tidak sah? Takut kalo hanya dengan KTP bisa disalahgunakan oleh yang punya KTP dobel? Makanya itu tinta buat nandai jari kalo abis nyontreng (sekarang bukan nyoblos lagi!!!) pake tinta yang bagus… yang minimal tidak akan hilang dalam waktu 2 x 24 jam. Beres dah… gak perlu repot-2 pake pendaftaran segala cukup datang ke TPS dengan bawa bukti KTP yang masih berlaku plus jari-2 yang masih bersih dari noda-2 tinta.

Minggu lalu, saya coba cari informasi ke www.kpu.go.id dan mencoba mengirimkan email ke redaksi@kpu.go.id untuk minta solusi nasib anak kost di Jakarta yang pegang KTP dari luar pulau Jawa, hasilnya… sampai hari ini belum ada balasan sama sekali.
Ntah apa gunanya mencantumkan email di website kalo emang itu email tidak pernah dibaca atau gak ada niat buat membalas email yang masuk.

Uniknya lagi atau tepatnya ironis, sistem TI (atau IT) KPU untuk Pemilu 2009 ini yang dikabarkan telah menghabiskan biaya gak kurang dari 275 milyar Rupiah, benar Rp. 275,000,000,000.- engine CMS websitenya menggunakan engine Joomla, CMS Open Source yang sering menjadi sasaran tangan-2 usil di dunia maya.

Jadi gak heran kalo website KPU pada Pemilu 2004 lalu sempat dijebol oleh beberapa hacker dan yang dijadikan kambing hitam adalah Dani Firmansyah alias Xnuxer salah satu dedengkot milis Jasakom atau sekarang Jasakom-Perjuangan di yahoogroups. Memang benar sich Xnuxer berhasil masuk ke server KPU dan mengobok-2 websitenya dengan mengganti nama dan gambar partai dengan buah-2an untuk memperingatkan pihak KPU kalo sistem TI mereka lemah.

Tapi kalo dipikir-2 ya wajar saja gampang dibobol, wong CMS nya aja pake CMS Open Source kayak Joomla atau dulu mungkin Mambo ya?
Udah abis duit segitu banyak, ratusan milyar rupiah coy!!! koq bisa-2nya pake CMS Open Source? Tulis sendiri programnya kenapa sich?

Ya wes lah… intinya hari ini saya gak ikhlas banget harus GOLPUT dengan TERPAKSA!!!

Oh ya… bagi yang merasa terusik atau ditowel oleh tulisan ini, silahkan baca sampai mengerti isi disclaimer yang ada di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published.