<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mr_Five Go Blog &#187; cheng beng</title>
	<atom:link href="http://goblog.wenz.web.id/tags/cheng-beng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://goblog.wenz.web.id</link>
	<description>nothing... just go blog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Nov 2011 14:27:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<item>
		<title>Jadwal Kegiatan Ritual Ekayana Buddhist Centre di Bulan April 2010</title>
		<link>http://goblog.wenz.web.id/2010/03/jadwal-ritual-ekayana-buddhist-centre-bulan-april-2010/</link>
		<comments>http://goblog.wenz.web.id/2010/03/jadwal-ritual-ekayana-buddhist-centre-bulan-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 16:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mr_Five WenZ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[cheng beng]]></category>
		<category><![CDATA[ekayana]]></category>
		<category><![CDATA[tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[tionghua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goblog.wenz.web.id/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Kwan Yin Tan (Hari Besar Bodhisatva Avalokitesvara) Sabtu, 3 April 2010 (Ji Gwee Cap Kauw) 09.00-10.00 : Pembacaan Sutra Phu Men Phin 10.30-11.00 : Shang Kung 18.00-21.00 : Ta Pei Chan Cheng Beng Senin, 5 April 2010 08.00-10.00 : San She Si Nian bab I 10.30-11.00 : Shang Kung 13.00-14.00 : San She Si Nian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kwan Yin Tan (Hari Besar Bodhisatva Avalokitesvara)<br />
Sabtu, 3 April 2010 (Ji Gwee Cap Kauw)<br />
09.00-10.00 : Pembacaan Sutra Phu Men Phin<br />
10.30-11.00 : Shang Kung<br />
18.00-21.00 : Ta Pei Chan</p>
<p>Cheng Beng<br />
Senin, 5 April 2010<br />
08.00-10.00 : San She Si Nian bab I<br />
10.30-11.00 : Shang Kung<br />
13.00-14.00 : San She Si Nian bab II<br />
14.30-17.00 : San She Si Nian bab III &amp; Siao Mong Shan</p>
<p>=================================================</p>
<p>Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i se-Dharma yang ingin melakukan pelimpahan jasa bagi para leluhur dapat mengisi formulir yang tersedia di meja resepsionist Ekayana Buddhist Centre.</p>
<p>Jl. Mangga II No. 8 Duri Kepa<br />
(Tanjung Duren Barat Greenville)<br />
Jakarta Barat 11510<br />
Tel: (021) 5687921-22  Fax: (021) 5687923<br />
Email: info[at]ekayana.or.id</p>
<p>=================================================</p>
<p>Untuk cheng beng sendiri sudah di mulai H-10 sampai dengan H+10. Cheng beng pada tahun 2010 ini jatuh pada tanggal 5 April, apabila ketemu tahun kabisat (29 Februari) maka hari H cheng beng jatuh pada tanggal 4 April.</p>
<p>Cheng beng sendiri bukanlah tradisi dalam Buddhism, tapi merupakan tradisi dari Tiongkok kuno yang sudah susah untuk ditelusuri asal mula. Dewasa ini yang rutin dilakukan pada saat menjelang cheng beng adalah ziarah dan membersihkan makam/kuburan orang tua/leluhur sebagai tanda bakti (seringkali disalah artikan sebagai sembahyang kuburan).<span id="more-198"></span></p>
<p>Buddhism sendiri yang terkenal sangat toleransi pada budaya-budaya lokal juga mengadopsi cheng beng ini dan kesempatan bagi para anak cucu melakukan pelimpahan jasa kepada para orangtua dan leluhurnya yang sudah meninggal dunia.</p>
<p>=================================================</p>
<p>PENGHORMATAN KEPADA LELUHUR</p>
<p>Ayah dan ibu dilambangkan sebagai  dua Buddha dalam keluarga.<br />
Dari semua kebaikan, kebaikan orangtua  adalah kebaikan yang mulia.<br />
Sesungguhnya ada dua Buddha dalam setiap  keluarga, namun sangat disayangkan belum banyak yang mengerti akan hal  ini.<br />
Mereka tidak meminta emas ataupun permata, juga tak perlu dipuja  dengan cendana.<br />
Digambarkan bahwa kasih anak diumpamakan seperti  seinci rumput.<br />
Adapun kasih orangtua bak cahaya mentari yang terus  menyinari bumi.<br />
Maka sebagai seorang anak sudah sepantasnyalah  sedapat mungkin berbakti kepada orangtua selagi mereka masih ada dan  melakukan pelimpahan jasa setelah mereka meninggal dunia.</p>
<p>=================================================</p>
<p>Tradisi memberi persembahan untuk keluarga yang telah  meninggal dunia dalam Buddhism (tulisan asli: agama Buddha) dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara :<br />
1. Mempersembahkan makanan langsung ditujukan untuk mengenang  almarhum/almarhumah.<br />
2. Mempersembahkan dana kepada Vihara (Sangha)  yang kemudian akan melakukan upacara pelimpahan jasa untuk kebahagiaan  almarhum/almarhumah.</p>
<p>Dalam Sigalovada Sutta diuraikan bahwa salah  satu kewajiban anak terhadap orangtua dan leluhurnya adalah memberikan  persembahan dan melimpahkan jasa kebajikan dari perbuatan itu. Dalam  Tirokudda Sutta dijelaskan bahwa sanak keluarga yang masih hidup  seyogianya memberikan persembahan makanan dan minuman sebagai perilaku  bakti kepada sanak keluarganya yang telah meninggal dunia. Juga  dijelaskan cara yang satunya lagi, yaitu dengan memberi persembahan  kepada Vihara/Sangha. Sangha akan melimpahkan jasa dan kebajikan ini  kepada almarhum/almarhumah.</p>
<p>Dalam Pattakamma Sutta, Buddha  menjelaskan kepada Anathapindika tentang lima macam persembahan, yaitu :<br />
1. 	Persembahan kepada sanak saudara yang masih hidup<br />
2.	Persembahan  kepada tamu<br />
3.	Persembahan kepada sanak saudara yang telah meninggal  dunia<br />
4.	Persembahan kepada raja (pemerintah)<br />
5.	Persembahan  kepada dewa.</p>
<p>Mempersembahkan kepada dewa menunjukkan bahwa jasa  yang dilimpahkan oleh Sangha bukan hanya dapat diterima oleh mereka yang  terlahir kembali di alam peta tetapi juga oleh sanak keluarga kita yang  terlahir di alam dewa.</p>
<p>Dalam Mahaparinibbana Sutta, Buddha  menyarankan rakyat untuk berdana kepada para biksu berbudi luhur dan  mendedikasikan persembahannya kepada para dewa. Para dewa akan  melindungi dan membantu mereka sebagai balasannya.</p>
<p>=================================================</p>
<p>”Kulihat  ayahbundaku, yang darah, daging, dan vitalitasnya ikut mengaliri  pembuluh darahku dan memberi makan setiap sel dalam diriku. Melalui  mereka, kulihat keempat kakek nenekku. Harapan, pengalaman, dan kearifan  mereka telah diturunkan oleh para leluhur melalui banyak generasi.</p>
<p>Kubawa  serta dalam diriku kehidupan, darah, pengalaman, kebijaksanaan,  kebahagiaan, dan kesedihan dari sekian generasi. Derita dan semua elemen  yang perlu diubah, sedang kulatih untuk berubah. Kubuka seluruh hati,  daging, dan tulangku untuk menerima energi pengertian mendalam, cinta  kasih, dan pengalaman yang telah diturunkan oleh seluruh leluhurku  kepadaku.</p>
<p>Kulihat akarku di dalam ayah, ibu, kakek, nenek, dan  seluruh leluhurku. Aku tahu aku hanyalah kelanjutan dari garis silsilah  leluhur ini. Mohon dukung, lindungi, dan turunkanlah energi para leluhur  kepadaku. Aku tahu di manapun anak cucu berada, leluhur juga ada di  sana. Aku tahu orangtua selalu mengasihi dan mendukung anak cucu mereka,  walaupun mereka tidak selalu mampu dengan terampil mengekspresikannya  karena berbagai kesulitan yang mereka temui.</p>
<p>Kulihat leluhurku  berusaha membangun sebuah cara hidup yang berdasarkan rasa syukur, suka  cita, keyakinan, rasa hormat, dan kasih sayang. Sebagai kelanjutan dari  leluhurku, aku bersujud secara mendalam dan mengijinkan energi mereka  mengaliri diriku. Kumohon pada para leluhurku untuk senantiasa memberi  dukungan, perlindungan, dan kekuatan.”</p>
<p style="text-align: right;">(Zen Master Thich Nhat  Hanh)</p>
<p>URL:<br />
<a href="http://goblog.wenz.web.id/2010/03/jadwal-kegiatan-ritual-ekayana-buddhist-centre-di-bulan-april-2010/" target="_blank">http://goblog.wenz.web.id/2010/03/jadwal-kegiatan-ritual-ekayana-buddhist-centre-di-bulan-april-2010/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goblog.wenz.web.id/2010/03/jadwal-ritual-ekayana-buddhist-centre-bulan-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

